Tidak dapat dipungkiri bahwa investasi adalah salah satu upaya yang dilakukan hari ini oleh banyak orang untuk memastikan situasi keuangan yang lebih makmur di masa depan. Terlepas dari kenyataan bahwa ada banyak jenis investasi, mulai dari reksa dana, saham, emas, real estat, berakhir dengan forex dan diakhiri dengan bitcoin, namun investasi tanah masih menjadi pilihan favorit. Sebagai salah satu contoh investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan, harga tanah biasanya mahal. Tidak mengherankan bahwa begitu banyak orang dulu yang dikenal sebagai pemilik tanah pasti akan berhasil dalam beberapa keturunannya.
Namun, karena ini adalah bentuk investasi jangka panjang, Anda tentu perlu tahu apakah mungkin menerima manfaat dari tanah dalam satu atau dua tahun. Periode waktu kenaikan harga tanah biasanya dimulai dari belasan hingga puluhan tahun, jadi siapa pun yang ingin berinvestasi di tanah harus bersabar. Cara paling efektif untuk mendapat untung dari berinvestasi tanah adalah membeli dengan harga rendah dan menjualnya ketika harganya melambung tinggi.

Lihatlah para pengusaha di Jakarta, beberapa dekade yang lalu mereka telah membeli tanah di daerah Kemang dan mungkin tidak akan menduga bahwa daerah ini sekarang merupakan daerah elit di mana biaya penjualan bangunan atau tanah adalah puluhan juta per meter! Sangat menggoda, bukan? Tentu saja! Hanya untuk berhasil berinvestasi di tanah, ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui sebelumnya. 

5 Hal Yang Harus Dihindari Ketika Ingin Investasi Tanah 


1. Pemilihan lokasi tidak strategis 

Untuk dapat melakukan investasi tanah yang menguntungkan, Anda harus fokus. Penekanan di sini berarti Anda harus memilih lokasi yang strategis. Perluas informasi tentang pembangunan, yang akan dilakukan oleh pemerintah atau perorangan di wilayah tersebut, karena kemungkinan harga tanah akan lebih mahal di masa depan. Termasuk di pusat kota, seperti pusat perbelanjaan, sekolah atau tempat wisata, harga tanah akan naik.

Karena Anda harus memilih lokasi tanah yang strategis, Anda tidak boleh membeli tanah di tempat yang dekat dengan SUTET, atau di tempat yang rawan banjir. Memang, harga tanah di tempat seperti itu akan cukup terjangkau, tetapi dampaknya akan sulit bagi Anda untuk menjual kembali atau dapat dijual dengan murah. Sebagai pertimbangan strategis, Anda juga dapat melihat akses transportasi ke darat. Jika jalan masuk tidak dapat dicapai dengan mobil, di dekat tebing atau jalan buntu, yang terbaik adalah mempertimbangkan kembali. 

2. Sertifikat kepemilikan tanah yang tidak lengkap 

Sebagai pembeli potensial, Anda tentu memiliki hak dan kewajiban untuk bertanya kepada pemilik tanah tentang dokumen kepemilikan. Pertimbangkan jenis sertifikat tanah yang akan Anda terima, terlepas dari apakah itu dalam bentuk Girik, Petok D atau Undang-Undang Penjualan (AJB) sampai dalam bentuk Sertifikat Kepemilikan (SHM). Kenapa memperhatikan? Karena akta kepemilikan ini akan berdampak nyata pada investasi Anda nanti. Cobalah untuk membeli tanah yang sudah memiliki SHM, karena ini adalah yang paling kuat.

Siapa pun yang memiliki SHM atas nama mereka, dialah yang bertanggung jawab atas kepemilikan tanah jika muncul masalah di hadapannya. Untuk alasan ini, jangan ragu untuk bertanya tentang surat hak tanah kepada penjual. Apakah sertifikat kepemilikan tanah lengkap atau tidak juga akan mempengaruhi harga jual tanah. 

3. Tanah masalah atau tidak 

Ini adalah hal utama yang jelas harus dihindari ketika Anda ingin membeli tanah. Ya, jangan biarkan Anda membeli tanah yang bermasalah atau ada perselisihan. Memang, jenis tanah ini akan dijual dengan harga lebih rendah, tetapi perselisihan akan menciptakan masalah nanti. Seringkali perselisihan menjadi masalah kepemilikan tanah, disengketakan oleh beberapa pihak, karena legalitas kepemilikan tidak jelas.

Karena alasan ini, sebagai pembeli potensial, Anda memiliki hak untuk memverifikasi legalitas tanah. Apakah tanah itu tanah warisan, sediakan tanah yang merupakan pemilik akhir, apakah tanah ini berutang, semua yang perlu Anda ketahui. Jika perlu, verifikasi keaslian sertifikat tanah di kantor pertanahan setempat menggunakan layanan petugas pendaftaran tanah (PPAT). Meskipun prosesnya sangat panjang, langkah ini tidak diragukan lagi akan meyakinkan pembeli potensial. 

4. Nilai yang dikeluarkan 

Jika Anda sudah mengetahui kepenuhan sertifikat kepemilikan tanah, serta keaslian dan menghindari perselisihan, maka Anda harus tahu detail harga jualnya. Jangan merinci tentang biaya yang akan dikeluarkan, karena itu hanya bisa membuat Anda melebihi anggaran tanpa menyadarinya. Anda harus mengetahui bahwa Departemen Keuangan telah menetapkan Biaya Pajak atas penjualan properti terkena pajak sebagai pedoman untuk harga per meter tanah. 

5. Perhatikan ukuran tanah 

Beli tanah tanpa mempertimbangkan ukurannya untuk jangka panjang? Ini salah, karena masalah ukuran tanah juga harus Anda perhatikan dengan baik. Misalnya, jika Anda membeli tanah di kawasan perumahan mewah, lebih baik membeli ukuran besar, karena biasanya kelas menengah atas membangun tempat tinggal besar di kisaran 400-500 meter. Sementara itu, sebaliknya jika Anda membeli tanah di perumahan ekonomi rata-rata yang lebih rendah, jangan membeli terlalu banyak, karena mereka biasanya tinggal di rumah sederhana dengan luas 100 meter.

Adapun ukuran tanah ini, mempengaruhi anggaran yang dikeluarkan, di mana jika Anda membeli 100 meter tanah di daerah elit, harganya bisa dibandingkan dengan sebidang 400 meter di pinggiran kota. Anda harus membuat keputusan yang bijaksana dan memiliki prediksi untuk masa depan. Sehingga investasi tanah Anda bisa menghasilkan keuntungan bukan kerugian yang diterima.